Manajemen restoran food delivery komisi manajemen restoran

Komisi GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood: Berapa Persen Potongan Merchant?

Ditulis oleh Ludovic Frank Diterbitkan pada 9 menit membaca
Ilustrasi 3D pemilik warung makan Indonesia menatap smartphone dengan cemas di konter, sementara kurir delivery menunggu dan koin-koin menggelinding keluar dari toples

Ketik "komisi GoFood berapa persen" di Google dan Anda akan menemukan puluhan artikel yang menjawab dengan sangat percaya diri: 20%, 25%, 30%. Yang hampir tidak pernah disebutkan: dari mana angka itu berasal, dan apakah platformnya sendiri pernah mempublikasikannya secara resmi.

Jawaban jujurnya mengejutkan banyak pemilik restoran: per pemeriksaan Oktober 2026, tidak ada satu pun dari tiga platform besar yang mencantumkan tarif komisi merchant di halaman resmi yang bisa diakses publik. Angka-angka yang beredar berasal dari pengumuman lama, pemberitaan pers, atau blog pihak ketiga. Artikel ini memilah semuanya: mana angka yang punya dasar, mana yang sekadar disalin antarblog, berapa dampak nyatanya ke margin Anda, dan kapan delivery tetap masuk akal. Di akhir, kita bahas kenapa semakin banyak restoran menyeimbangkan delivery dengan saluran reservasi langsung tanpa komisi untuk tamu dine-in.

Komisi GoFood: Struktur 20% Plus Rp1.000, tetapi Bukan dari Halaman Resmi

Satu-satunya struktur komisi GoFood yang pernah diumumkan secara terbuka berasal dari Maret 2021. Saat itu, GoFood memberlakukan skema baru untuk merchant yang mendaftar mulai 5 Maret 2021: komisi 20% dari nilai pesanan ditambah Rp1.000 per transaksi, menggantikan skema lama 12% plus Rp5.000 (pemberitaan Liputan6, Maret 2021, https://www.liputan6.com/tekno/read/4512576/). Untuk pesanan bernilai kecil skema baru ini bisa lebih ringan, tetapi untuk pesanan menengah ke atas potongannya jelas lebih besar.

Yang penting dipahami: angka 20% plus Rp1.000 itu adalah struktur dari pengumuman 2021 yang diberitakan pers, bukan tarif yang tercantum di syarat dan ketentuan GoFood saat ini. Per pemeriksaan Oktober 2026, dokumen syarat dan ketentuan resmi GoFood untuk merchant tidak mencantumkan angka komisi sama sekali: besarannya diatur dalam perjanjian kemitraan masing-masing merchant. Artinya, tidak ada tarif resmi terkini yang dipublikasikan di mana pun, dan komisi yang Anda bayar bisa berbeda dari merchant sebelah tergantung jenis kemitraan dan layanan yang diambil.

Satu hal lagi yang sering terlewat: komisi platform adalah jasa, dan jasa dikenakan PPN. PPN ini dihitung dari nilai komisi, bukan dari harga makanan, sehingga potongan efektif yang Anda rasakan sedikit lebih besar daripada angka komisi pokoknya.

Komisi GrabFood dan ShopeeFood: Tidak Ada Angka Resmi yang Dipublikasikan

Untuk GrabFood, situasinya lebih sederhana untuk dijelaskan: Grab tidak mempublikasikan persentase komisi merchant sama sekali. Halaman resmi GrabFood untuk merchant hanya mengarahkan calon mitra ke formulir pendaftaran, tanpa tabel tarif. Angka yang beredar di publik berasal dari pemberitaan: Bisnis.com pada Mei 2022 menulis bahwa komisi GoFood dan GrabFood untuk UMKM berada di kisaran 20-30% (https://ekonomi.bisnis.com/read/20220504/12/1529930/sadis-gofood-grabfood-kutip-komisi-20-30-persen-ke-umkm-dipetisi-pelaku-usaha-namun-bergeming). Itu angka pers dari 2022, bukan tarif resmi, dan perlu dibaca dengan label tersebut.

ShopeeFood juga tidak mempublikasikan tarif resmi. Ulasan pihak ketiga menyebut kisaran komisi sekitar 15-20% ditambah biaya layanan tambahan (Tokpee, blog pihak ketiga, https://tokpee.co/blog/potongan-shopeefood-berapa-persen/). Yang menarik, ketika pada 2023 beredar kabar komisi ShopeeFood naik menjadi 25%, ShopeeFood membantahnya lewat pernyataan ke media, bukan dengan mempublikasikan tabel tarif (Kompas Tekno, Juli 2023, https://tekno.kompas.com/read/2023/07/25/09330077/shopeefood-bantah-kabar-komisi-merchant-naik-jadi-25-persen-per-1-agustus). Pola ini konsisten di ketiga platform: komunikasi soal komisi berjalan lewat pengumuman dan bantahan, bukan lewat daftar harga terbuka.

Bandingkan sejenak dengan cara kerja sistem reservasi restoran atau software restoran pada umumnya: harga langganan tercantum jelas di situs vendor, bisa dibandingkan sebelum tanda tangan. Untuk komisi delivery, Anda baru tahu angka pastinya setelah masuk ke perjanjian kemitraan. Sebagai pemilik restoran, satu-satunya sumber yang benar-benar bisa Anda pegang adalah dashboard merchant dan perjanjian Anda sendiri.

Protes Merchant: Petisi, Asosiasi UMKM, dan Warung yang Terpukul

Kenaikan komisi 2021 bukan sekadar keluhan di grup WhatsApp. Jejaknya terdokumentasi dengan baik:

  • Petisi daring: pada 2021-2022 muncul petisi di Change.org yang menuntut penurunan komisi food platform; Bisnis.com mencatat petisi tersebut dan menulis bahwa platform "bergeming" meski sudah dipetisi sejak tahun sebelumnya (https://ekonomi.bisnis.com/read/20220504/12/1529930/sadis-gofood-grabfood-kutip-komisi-20-30-persen-ke-umkm-dipetisi-pelaku-usaha-namun-bergeming).
  • Dukungan asosiasi: Asosiasi Industri UMKM Indonesia (AKUMANDIRI) mendukung petisi itu dan meminta pemerintah mengatur batas komisi platform karena potongan 20% dinilai terlalu berat untuk UMKM (Bisnis.com, Mei 2022, https://ekonomi.bisnis.com/read/20220507/12/1530578/asosiasi-umkm-dukung-petisi-gugat-kebijakan-komisi-20-persen-food-platform-gojek-cs).
  • Cerita di lapangan: Alinea.id mewawancarai pemilik warung yang melaporkan pendapatannya turun hampir 40% setelah skema komisi baru berlaku (laporan jurnalistik, kesaksian merchant individual, https://www.alinea.id/bisnis/komisi-platform-layan-antar-bebani-umkm-cekik-pembeli-b2c1092LC).
  • Respons pemerintah saat itu: Kementerian Koperasi dan UKM justru menilai UMKM tidak dirugikan oleh komisi 20% (Bisnis.com, Mei 2022, https://ekonomi.bisnis.com/read/20220506/12/1530388/kemenkop-sebut-umkm-tidak-dirugikan-dengan-komisi-20-persen-food-platform-gofood-cs), dan hingga hari ini tidak pernah ada aturan yang membatasi komisi merchant.

Kalimat terakhir itu penting, karena pada 2026 banyak merchant mengira situasinya sudah berubah. Belum, dan inilah bagian yang paling sering disalahpahami.

Perpres 27/2026 dan Batas 8%: Hanya untuk Pendapatan Driver, Bukan Komisi Merchant

Pada 1 Mei 2026, Presiden menandatangani Perpres 27/2026 yang membatasi potongan aplikator atas penghasilan pengemudi ojek online roda dua maksimal 8%, berlaku mulai 1 Juli 2026 (ANTARA, https://www.antaranews.com/berita/5626589/). Begitu aturan ini diberitakan, beredar anggapan bahwa komisi GoFood dan GrabFood untuk merchant ikut dibatasi 8%.

Anggapan itu keliru. Perpres 27/2026 mengatur hubungan antara aplikator dan pengemudi: yang dibatasi 8% adalah potongan platform atas penghasilan driver dari tarif pengantaran. Komisi yang dipotong dari penjualan merchant adalah aliran uang yang berbeda dan tidak disentuh aturan ini. Per Oktober 2026, tidak ada satu pun regulasi yang membatasi komisi merchant food delivery: tuntutan AKUMANDIRI pada 2022 tidak pernah menjadi aturan, dan Perpres 27/2026 tidak mengubahnya.

Jadi kalau Anda membaca artikel yang menulis "komisi GoFood sekarang maksimal 8%", artikel itu mencampuradukkan dua hal yang berbeda. Potongan merchant Anda tidak berubah karena Perpres ini.

Hitung Dampaknya ke Margin: Contoh Sederhana

Mari kita hitung dengan struktur yang paling terdokumentasi, yaitu skema GoFood 2021 sebesar 20% plus Rp1.000. Ini hitungan ilustratif dari kami, bukan simulasi resmi platform, dan angka di perjanjian Anda bisa berbeda:

  • Harga menu di aplikasi: Rp50.000
  • Komisi 20%: Rp10.000
  • Biaya per transaksi: Rp1.000
  • Yang Anda terima: Rp39.000, artinya potongan 22% sebelum PPN atas komisi

Sekarang masukkan biaya Anda sendiri. Misalkan bahan baku dan kemasan untuk pesanan itu Rp25.000. Dari Rp39.000 yang diterima, tersisa Rp14.000 untuk menutup gaji, sewa, listrik, dan laba. Pesanan yang sama di meja dine-in menyisakan Rp25.000 untuk pos yang sama, hampir dua kali lipat, dan tamunya masih bisa memesan minuman serta makanan penutup.

Inilah sebabnya harga di aplikasi sering lebih tinggi daripada harga di tempat: banyak merchant menaikkan harga online untuk mengkompensasi komisi. Cara itu sah, tetapi ada batasnya, karena tamu bisa membandingkan harga, dan voucher serta promo yang membuat aplikasi menarik sebagian juga dibiayai dari sisi merchant. Jika Anda sedang menyusun ulang struktur harga dan margin secara menyeluruh, kami bahas pendekatannya di cara meningkatkan omzet restoran.

Kapan Food Delivery Tetap Masuk Akal untuk Restoran Anda?

Jujur saja: artikel ini ditulis di blog penyedia sistem reservasi, tetapi jawabannya tetap bukan "tinggalkan delivery". Platform delivery memberi hal-hal yang sulit Anda bangun sendiri:

  • Jangkauan tambahan: jutaan pengguna aktif membuka aplikasi itu saat lapar. Untuk restoran baru, muncul di sana adalah etalase yang tidak bisa diabaikan.
  • Logistik siap pakai: Anda tidak perlu merekrut kurir, mengelola rute, atau menangani komplain pengantaran.
  • Pesanan inkremental: pesanan jam 15.00 dari karyawan kantor yang tidak mungkin datang ke tempat Anda adalah pemasukan yang tanpa delivery tidak akan pernah ada.

Kuncinya adalah kata inkremental. Komisi 20% pada pesanan yang tidak akan terjadi tanpa platform adalah biaya akuisisi yang bisa diterima. Komisi 20% pada pelanggan setia yang sebenarnya mau datang makan di tempat adalah margin yang hilang sia-sia. Masalah muncul ketika restoran memperlakukan delivery sebagai saluran utama, lalu seluruh basis pelanggannya terbiasa memesan lewat aplikasi, data pelanggannya dimiliki platform, dan setiap transaksi dipotong selamanya.

Strategi yang sehat: gunakan delivery untuk menjangkau tamu baru dan mengisi jam yang memang kosong, lalu arahkan sebanyak mungkin tamu ke saluran yang marginnya penuh, yaitu dine-in.

Saluran Langsung: Dine-In dan Reservasi dengan Komisi 0%

Pesanan paling menguntungkan di restoran Anda tetap tamu yang duduk di meja: tidak ada komisi per transaksi, nilai belanja per tamu lebih tinggi, dan pengalamannya membangun loyalitas yang tidak dimiliki pesanan antar.

Platform besar pun tahu nilai dine-in. Gojek meluncurkan GoDineIn pada Juli 2024, fitur voucher makan di tempat dengan diskon hingga 25%, sejauh ini di Jakarta saja dan tanpa fitur reservasi (ANTARA, https://www.antaranews.com/berita/4193901/). Grab mengubah Dine In Deals menjadi GrabFood Dine Out Deals pada Agustus 2024, dengan klaim diskon hingga 50% di belasan ribu restoran di 50+ kota (siaran pers Grab, klaim vendor, https://www.grab.com/id/en/press/others/transformasi-dine-in-deals-di-grab-jadi-grabfood-dine-out-deals-diskon-hingga-50-untuk-makan-di-belasan-ribu-resto/). Keduanya adalah mesin diskon dan penemuan, bukan saluran reservasi milik Anda sendiri.

Untuk reservasi langsung, di sinilah ViteUneTable masuk. Paket gratisnya memberi halaman reservasi online, konfirmasi otomatis, dan pengingat email untuk jumlah reservasi tanpa batas, dengan komisi 0% selamanya: tidak ada potongan per tamu, berapa pun yang datang. Tamu asing pun bisa memesan dalam bahasanya sendiri, karena formulir tersedia dalam 37 bahasa termasuk bahasa Indonesia. Jika Anda butuh lebih, paket Standard di €29 belum PPN per bulan (sekitar Rp580.000 dengan kurs awal Oktober 2026) menambahkan antara lain menu online dan pertanyaan kustom, dan Standard + No-Show di €49 belum PPN (sekitar Rp980.000) menambahkan jaminan kartu untuk menekan no-show hingga 95%. Perlu jujur: harganya dalam euro dan pengingatnya lewat email, bukan WhatsApp. Tetapi logikanya persis kebalikan dari delivery: biaya tetap yang bisa Anda hitung, bukan persentase yang memotong setiap penjualan, dan mulainya gratis.

Saluran langsung ini juga yang membuat strategi mengisi kursi kosong jadi masuk akal: daripada membayar komisi untuk setiap pesanan di jam sepi, Anda bisa mengisi meja dengan promo dan reservasi langsung yang marginnya utuh. Cara praktisnya kami bahas di cara mengisi hari sepi restoran.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa persen komisi GoFood untuk merchant?

Struktur yang terakhir diumumkan secara terbuka adalah 20% dari nilai pesanan plus Rp1.000 per transaksi, berlaku untuk merchant baru sejak 5 Maret 2021 (pemberitaan Liputan6). Syarat dan ketentuan GoFood saat ini tidak mencantumkan angka; tarif pasti Anda ada di perjanjian kemitraan dan dashboard merchant masing-masing.

Apakah GrabFood dan ShopeeFood mengumumkan komisi resminya?

Tidak. GrabFood tidak mempublikasikan persentase komisi merchant di halaman resminya; kisaran 20-30% berasal dari pemberitaan Bisnis.com tahun 2022. Untuk ShopeeFood, kisaran sekitar 15-20% plus biaya layanan berasal dari ulasan pihak ketiga, bukan publikasi resmi.

Apakah Perpres 27/2026 membatasi komisi merchant menjadi 8%?

Tidak. Batas 8% dalam Perpres 27/2026 (berlaku 1 Juli 2026) hanya mengatur potongan aplikator atas penghasilan pengemudi ojek online roda dua. Komisi yang dipotong dari penjualan merchant tidak diatur dan hingga kini tidak ada regulasi yang membatasinya.

Apakah komisi aplikasi delivery dikenakan PPN?

Ya. Komisi platform adalah jasa yang dikenakan PPN, dihitung dari nilai komisi, bukan dari harga makanan. Karena itu potongan efektif yang diterima merchant sedikit lebih besar daripada angka komisi pokok. Rinciannya terlihat di laporan transaksi dashboard merchant Anda.

Bagaimana cara mengurangi ketergantungan pada aplikasi food delivery?

Perlakukan delivery sebagai saluran akuisisi tamu baru, bukan saluran utama. Arahkan pelanggan setia ke pemesanan langsung: terima reservasi online lewat sistem milik Anda sendiri, kumpulkan data tamu Anda, dan dorong dine-in yang bebas komisi. Mulailah dari saluran yang tidak menambah biaya, misalnya sistem reservasi dengan paket gratis dan komisi 0%.

Baca juga

← Kembali ke blog